Suara lantunan musik mengiringi kisah pedih seorang lelaki yang memiliki keterbatasan fisik "Bisu serta Tuli" dia tidak pernah menyerah dengan apa yang dihadapi nya dia hanya melihat kedepan masa depan yang cerah yang sedang menanti nya.
Dia hanya berfikir apakah ku bisa melakukan dan menghadapi semua dalam kalut dia berdoa kepada tuhan agar orang-orang bisa menerima nya
Suatu ketika diadakan perlombaan disekolah. Perlombaan yang diadakan beragam macam dalam hal ini aku mencoba memasuki perlombaan yang paling ku senangi yaitu perlombaan puisi.
Puisi adalah hobi ku, puisi adalah penghapus kesedihan ku
Ketika perlombaan di mulai banyak siswa yang berpacu untuk memperlihat kan harus nya yang menakjub kan yang membuat diriku semakin gugup
Aku tidak yakin aku akan menang karna kekurangan ku aku tidak bisa berbicara secara normal seperti yang lain nya tpi di dalam hati ku berkata "aku akan mencoba nya".
Tak lama berselang waktu nama ku pun dipanggil, Dengan sangat-sangat gugup dan gemetar aku memberanikan diri naik keatas podium yang beratus siswa yang menyaksi kan.
Dan saat nya, ku lantun kan puisi ku dengan suara yang kurang jelas tetapi ekpresi ku sangat lah ku hayati.
Sampai saat akhir puisi ku bacakan aku melihat guru-guru dan para siswa lain mengusap air mata sambil bertepuk tangan keras.
Entah apa yang ada dipikiran mereka aku hanya bisa tersenyum.
Setelah acara selesai pengumuman pun dibacakan aku hanya bisa duduk tersipu diantara teman-teman ku yang menyaksikan.
Juara 3 dan 2 sudah disampaikan tepuk tangan meriah dan sorak-sorak pun menyelimuti sekolah kini saat nya juara 1 di umum kan.
Ternyata nama ku di kumandang kan oleh pembawa acar dengan lantang
Aku terkejut dan merasa ini tidaklah mungkin teman-teman ku menggiring ku kepentas dengan rasa bangga aku berterima kasih kepada Tuhan dan dengan semua orang yang ada yang telah memberiku kesempatan ini
Air mata ku berlinang terharu makasi ibuk bapak sambil mengangkat piala yang ku terima dengan rasa syukur.
No comments:
Post a Comment